Foto saya
pekanbaru, riau, Indonesia

Sabtu, 28 Mei 2016

morfologi bunga majemuk

Bunga Majemuk
Fungsi Bunga
Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif pelajari lebih Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan. Pada tumbuhan berbunga, pembuahan yang terjadi
didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya kepala serbuk sari ke kepala putik. Bagian bunga yang paling menarik adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian serangga, seperti kupukupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari proses penyerbukan terjadi. Sedangkan bagi manusia, bunga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, perlengkapan upacara adat, dan bahan rempah-rempah.

Pada Bunga Majemuk lazim dibedakan bagian-bagian sebagai berikut :
A. Bagian-bagian yang bersifat  seperti
batang atau cabang, yaitu :
1. Ibu tangkai bunga (pedunculus, pedunculus communis atau rhachis), merupakan terusan batang atau cabang. 
2. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunga.
3. Dasar bunga (receptaculum), yaitu tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.
struktur bunga majemuk.jpg
Bunga majemuk dan bagian-bagiannya

bagian2 bunga majemuk
Bunga majemuk dan bagian – bagiannya

Pada Bunga Majemuk lazim dibedakan bagian-bagian sebagai berikut :
A. Bagian-bagian yang bersifat  seperti
batang atau cabang, yaitu :
1. Ibu tangkai bunga (pedunculus, pedunculus communis atau rhachis), merupakan terusan batang atau cabang. 
2. Tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunga.
3. Dasar bunga (receptaculum), yaitu tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.

B. Bagian-bagian yang bersifat seperti daun
  1. Daun-daun pelindung (bractea), yaitu daun yang dari ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunga
  2. Daun tangkai (bracteola), yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat pada tangkai bunga. Pada Dicotyledoneae biasanya terdapat dua daun tangkai, sedang pada Monocotyledoneae hanya terdapat satu daun tangkai yang letaknya di dalam bidang median, di bagian atas tangkai bunga.
3.      Seludang bunga (spatha), yaitu daun pelindung yang besar, seringkali menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum mekar. contoh: kelapa (Cocos nucifera L.),  iles-iles (Amorphophallus variabilis BI.)
bunga kelapa 2


4.      Daun-daun pembalut (bractea involuclaris, involucrum),
yaitu sejumlah daun - daun pelindung yang tersusun dalam suatu lingkaran.
Contoh : bunga matahari (Helianthus annuus L.),
bunga matahari 2


5.       Kelopak tambahan (epicalix), yaitu bagian-bagian
    serupa daun yang berwarna hijau, tersusun dalam
    suatu lingkaran dan terdapat di bawah kelopak,
    Contoh : Bunga kembang sepatu
               (Hibiscus rosa-sinensis L.),
               Kapas (Gossypium sp.)
bunga kembang sepatu

6.      Daun-daun kelopak 
http://media.allrefer.com/s4/l/p0000996-flower-cross-section.gif            (sepalae).
7.      Daun-daun mahkota
            atau daun tajuk  
            (petalae).
8.      Daun-daun tenda bunga        
            (tepalae), jika kelopak
            dan mahkota sama
            bentuk dan warnanya.
9.       Benang – benang sari
            (stamina).
10.   Daun-daun buah
            (carpella).

Bunga majemuk dibedakan atas :
  1. Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau inflorescentia centripetala), yaitu ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang dapat bercabang  lagi atau tidak, dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan ujung ibu tangkai), dan bunga mekar berturut-turut dari bawah ke atas.  Jika dilihat dari atas, nampak bunga mulai mekar dari pinggir menuju ke pusat, maka bunga dinamakan  inflorescentia centripetala.
            Contoh : kembang merak (Caesalpinia pulcherrima), mangga (Mangifera indica L.).
mango_flower.jpgracemosas.jpg Caesalpinia pulcherrima                            Mangifera indica L.
                                                                                                                                                                   
B.     Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosa atau infloescentia centrifuga, inflorescentia definita), yaitu ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi pertumbuhannya terbatas. Ibu tangkai dapat bercabang-cabang, dan tiap cabangjuga selalu mendukung suatu bunga pada ujungnya. Bunga yang mekar dulu ialah bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangkainya, jadi dari tengah ke pinggir (jika dilihat dari atas), oleh sebab  itu dinamakan : inflorescentia centrifuga.
tipe bunga majemukcymose.gifcimosas.jpg

                                              


                                                                                      Majemuk tak berbatas       Majemuk berbatas
Melihat jumlah cabang pada ibu tangkai, bunga majemuk berbatas dibedakan lagi dalam tiga macam :
1.      Bersifat : “monochasial”,  jika ibu tangkai hanya mempunyai satu cabang, ada kalanya lebih (dua cabang), tetapi tidak pernah berhadapan, dan yang satu lebih besar daripada yang lainnya. Cabang yang besar selanjutnya mengeluarkan satu cabang saja. Bunga majemuk semacam ini ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan yang berbiji tunggal (Monocotyledoneae),  kapas (Gossypium sp).
Gossypium_sp._(Coton_1).jpg






2.      Bersifat “dichasial”, jika dari ibu tangkai keluar dua cabang yang berhadapan,terdapa pada tumbuhan dengan bunga berbibir (Labiatae),
bunga labiatae 2dcasial





3.      pleicasialBersifat “pleiochasial”, jika dari ibu tangkai keluar lebih dari dua cabang pada suatu tempat yang sama tingginya pada ibu tangkai tadi, ch. pada bunga oleander (Nerium oleander L).
nerium SuperStock_1848-136366.jpg





C.    Bunga majemuk campuran (inflorescentia mixta), yaitu bunga mejemuk yang memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk berbatas maupun bunga majemuk tak berbatas. Contohnya Ixora paludosa (merupakan malai rata tapi bagian-bagian berupa anak payung menggarpu) dan Canarium commune (malai tapi ujungnya berupa sekerup)
24177.Canarium.jpg



                               Canarium commune

Bunga majemuk tak berbatas memiliki beberapa bentuk yang disebut dengan :
  1. Ibu tangkai tidak bercabang-cabang
  1. Bunga tandan (racemus atau botrys);  bunga
caeeasal.jpg                                                                    bertangkai nyata, duduk pada ibu tangkainya. 
                                                                    Contohnya Caesalpinia pulcherrima.






2.      Bunga bulir (spica);  sepeti tandan tetapi tidak bertangkai.
stachytarpheta148810-3.jpg                                                                     Contohnya bunga jarong (Stachytarpheta
                                                                     jamaicensis Vahl.)






3.      Bunga untai atau bunga lada (amentum), seperti bulir tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga-bunga yang berkelamin  tunggal dan runtuh seluruhnya  (bunga jantan), yang betina menjadi buah contohnya pada sirih (Piper betle L.)
4.      Bunga tongkol (spadix), seperti bulir tetapi ibu tangkai besar, tebal dan sering kali berdaging, contohnya pada Araceae iles-iles (Amorphophalus variabilis Bl.), jagung (Zea mays L.).
5.      Bunga payung (umbella); dari ujung ibu tangkai mengeluarkan cabang-cabang yang sama   panjangnya. Terdapat pada suku Umbelliferae. Contoh bunga Centella asiatica
6.       Bunga cawan (corymbus); ujung ibu tangkai melebar dan merata seperti cawan.
7.      Bunga bongkol (capitulum);  menyerupai bunga cawan tetapi tanpa daun-daun pembalut dan ujung ibu tangkai biasanya membengkak sehingga seluruhnya berbentuk seperti bola. Contoh: Mimosa pudica (putri malu), Leucaena glauca (lamtoro), Parkia speciosa (petai)
  1. Bunga periuk (hypanthodium); dibedakan atas :
a. ujung ibu tangkai menebal, berdaging, bentukv seperti gada, bunga-bunganya meliputi seluruh bagian yang menebal tadi sehingga bentuknya bulat
atau silinder. Daun-daun pembalut tidak ada,contohnya pada keluwih (Artocarpus communis Forst.), nangka (Artocarpus integra Merr.).
b. ujung ibu tangkai menebal, berdaging, bentuk sepeti periuk, bunga-bunganya terdapat di dalam periuk tadi contohnya pada anggota marga lo (Ficus sp).

B.     Ibu tangkai bercabang-cabang dan cabangnya bercabang lagi.
  1.  Bunga malai (panicula);  ibu tangkai bercabang secara monopodial, juga cabang cabangnya (tandan majemuk).  Contohnya bunga mangga (Mangifera indica L.)
2.      .Bunga malai rata (corymbus ramosus);  ibu tangkai dan percabangannya  membentuk suatu bidang datar atau agak melengkung, contohnya bunga asoka (Ixora grandiflora Zoll. Et Mor.), kirinyu (Sambucus javanica Bl.)
  1. Bunga payung majemuk (umbella composita);  bunga payung yang bagian-bagiannya berupa suatu payung kecil (umbellula). Contohnya pada adas (Foeniculum vulgare Mill.) dan wortel (Daucus carota L.).
4.      Bunga tongkol majemuk yaitu bunga tongkol yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing cabang tersusun seperti tongkol pula, contohnya pada kelapa (Cocos nucifera L.) dan palmae umumnya.
5.      Bunga bulir majemuk;  ibu tangkai bunga bercabang-cabang dan masing-masing cabang mendukung bunga-bunga  yang tersusun bulir pula, contohnya bunga jagung (Zea mays L.) yang jantan dan bunga jenis rumput umumnya.


Skema bunga majemuk tak terbatas dengan ibu tangkai daun bercabang-cabang
Bunga majemuk berbatas dapat dibedakan atas beberapa bentuk yang disebut dengan :
  1. Anak payung menggarpu (dichasium);  pada ujung ibu tangkai daun terdapat satu bunga,
kemudian di bawahnya terdapat dua cabang yang sama panjangnya dan masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya.  Bunga yang mekar lebih dulu adalah bunga yang terdapat pada ujung ibu tangkainya, contohnya bunga melati (Jasminum sambac Ait.).
2.      Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cinccinnus);  ibu tangkainya bercabang dan cabangnya bercabang-cabang lagi, tetapi tiap kali bercabang hanya terbentuk satu cabang saja yang arahnya berganti kiri dan kanan, contohnya pada buntut tikus (Heliotropium indicum L.).
3.      Bunga sekerup (bostryx); ibu tangkai bercabang-cabang dan tiap kali bercabang terbentuk satu cabang  ke kiri atau ke kanan saja dengan sudut 90o terhadap yang sebelumnya sehingga seperti arah sekerup atau spiral, contohnya bunga kenari (Canarium commune L.).
4.   Bunga sabit (drepanium),  seperti bunga sekerup tetapi semua percabangan terletak pada satu bidang, contohnya pada tumbuhan  suku Juncaceae.
5.    Bunga kipas (rhipidium),  seperti bunga bercabang seling, semua bunga terletak pada satu bidang dan semua bunga memiliki tinggi yang sama, contohnya  pada suku Iridaceae.

Bunga Majemuk Campuran (Inflorescentia mixta)
Yaitu bunga majemuk yang merupakan campuran abtara sifat-sifat bunga majemuk berbatas dengan tidak berbatas.Contoh : Bunga Johar
Bunga Majemuk Tipe Lain
  1. Gubahan Semu atau karangan semu (verticillaster) Contoh: Orthosiphon stamineus
  1. Lembing (anthela), jika cabang ibu tangkai bunga sebelah bawah lebih panjang dari ibu tangkai dan cabang di atasnya. Contoh: Juncus dan luzula
3.      Tukal (Glomerulus): bunga majemuk yang biasanya bersifat berbatas (cymosus), terdiri atas kelompokan bunga-bunga kecil tidak bertangkai, yang tersusun rapat pada cabang-cabang bunga majemuknya. Contoh pada rami Boehmeria nivea Gaud.
  1. Berkas (fasciculus), suatu bunga majemuk yang
umumnya bersifat berbatas (cymosus) dengan ibu tangkai pendek. Bunga lebih besar dari bunga tukal, mempunyai tangkai yg tidak sama panjang, seringkali dengan warna yang menarik Contoh: Rhoe discolor












kesimpulan Bunga majemuk adalah sekumpulan kuntum bunga yang terangkai pada suatu susunan tangkai-tangkai bunga yang rumit. Rangkaian bunga ini sangat bervariasi, baik pada pola-pola dan kerapatan tangkai bunganya, kelengkapan bagian-bagian pendukungnya, duduk bunga pada tangkai, dan lain-lain.
Susunan bunga majemuk juga biasa disebut dengan istilah perbungaan. Dalam percakapan sehari-hari, sebagian perbungaan disebut sebagai "bunga" saja, terlebih bila susunannya rapat atau kuntum-kuntum bunganya kecil-kecil, seperti misalnya bunga kenikir dan bunga kelapa (disebut mayang).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar